Bermain Flying Fox Extreme Di Wisata Lembah Ngingrong Gunungkidul

Berita Wisata Indonesia – Ketika kita bosan liburan pergi ke tempat makan, atau pergi ke mall saja, itu tandanya kamu harus mengunjungi tempat wisata alam yang asri dan juga indah, berwisata ke alam merupakan salah satu cara yang aman dilakukan pada masa pandemi Corona ini.

Lembah Ngingrong yang berlokasi di Kelurahan Mulo, Kapanewon Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta ini merupakan salah satu dari sekian tempat wisata yang bisa kamu kunjungi.

kompas.com

Disana terdapat sejumlah paket wisata, mulai dari susur gua horizontal sampai menjelajahi telaga bawah tanah, sampai kamu bisa mencoba flying fox extreme melewati lembah.

Adapun, Lembang Ngingrong merupakan satu dari 13 geosite Gunungsewu Unesco Global Geopark (GUGG).

Untuk menuju ke Lembah Ngingrong, tidak begitu sulit, Jarak dari Kota Wonosari hanya sekitar tiga kilometer, letaknya juga berada di pinggir jalan menuju ke pantai selatan Gunungkidul, Siapapun yang melewati jalan ini pasti akan bertemu dengan tempat wisata ini.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ngingrong Suwarno mengatakan, pada masa pandemi ini pihaknya sudah membuka kawasan Ngingrong sejak Juli 2020. “Untuk pengunjung, tetap dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan juga wajib memakai masker sebelum masuk ke Ngingrong,”

Wisatawan yang tertarik untuk mencoba flying fox hanya bisa dilakukan di hari Sabtu dan Minggu saja, dengan tarif Rp 35.untuk gaya biasa, dan Rp 60.000 gaya Superman.

Flying Fox ini memiliki panjang 135 meter, dengan ketinggian 78-80 meter, fasilitas keamanan seperti full body harness untuk tali keamanan dan helm khusus juga tersedia, setelah pengunjung sudah selesai mencoba wahana flying gox melintasi lembah, akan dijemput menggunakan ATV.

Wisata Lembah Ngingrong juga makin lengkap dengan adanya pasar wisata kuliner yang diresmikan sejak Januari 2018. Pasar yang menghadirkan sajian kuliner khas desa tersebut buka setiap Sabtu dan Minggu. “Sejak dibuka setelah tutup karena pandemi selama tiga bulan, memang ada penurunan kunjungan.

Saat ini kami terus berupaya agar bangkit lagi,” kata Suwarno. Ia melanjutkan, penurunannya dibanding sebelum pandemi cukup besar, sekitar 50 persen. Menurut dia, penurunan itu karena berkurangnya pengunjung yang biasanya mampir setelah berwisata di pantai.

August Tyan: Pecinta wisata kuliner streetfood, tiada hari tanpa persantannan dan perbabatan duniawi ~