4 Kuliner Khas Ponorogo Yang Biasa Kamu Temukan Ketika Bulan Ramadhan

Wisata Kuliner Ponorogo – Kota Ponorogo yang berlokasi di Jawa Timur ini dikenal dengan sebutan kota Reog, atau juga bumi Reog, atau dikenali juga oleh banyak orang sebagai kota Santri, karena di kota ini memiliki banyak pondok pesantren yang salah satunya terkenal adalah Pondok Pesantren Darussalam di desa Gontor.

Kota Ponorogo juga memiliki keindahan lainnya disamping objek wisata, yang paling sering dicari oleh para wisatawan adalah wisata kulinernya, jika kamu ingin merasakan nikmatnya wisata kuliner Ponorogo, kamu wajib datang ketika bulan Ramadhan atau bulan puasa, kamu akan menemukan 4 kuliner khas Ponorogo yang wajib kamu cicipi, apa saja itu, yuk disimak di bawah ini.

SuratKabar.id

1. Dawet Jabung

Jika kamu liburan ke Ponorogo saat bulan puasa kamu pasti akan menemukan hidangan buka puasa khas Ponorogo ini, Dawet jabung, dengan cita rasa yang enak dan segar dapat membuat haus dan dahaga selama puasa terbayarkan dengan kenikmatan tiada tara.

Cendol dawet yang berwarna putih ini dibuat menggunakan tepung aren yang dibentuk seperti cendol, untuk kuah terbuat dari santan kelapa muda yang ditambah dengan gula aren dan sedikit garam, tidak lupa dengan tape ketan dan irisan nangka dimasukan kedalam satu mangkok.

asliindonesia.net

2. Pecel Ponorogo

Setiap daerah di pulau Jawa memiliki kuliner yang memiliki ciri khas sama akan tetapi memiliki perbedaannya sedikit, yaitu Pecel. Pecel Ponorogo juga memiliki ciri khasnya tersendiri, untuk bumbu pecelnya sama seperti digunakan pada sate Ponorogo.

Kuliner ini lebih mirip seperti gado-gado, pecel Ponorogo ini memiliki ciri khas pada bumbu kacangnya yang kental dan pedas serta memiliki rasa yang kuat. Sayur – sayurannya lengkap, lauk yang digunakan bukan berasal dari kacang hijau namun kedelai. Umumnya dilengkapi dengan mentimun yang diiris kecil – kecil dan pecel lintai lantoro.

asliindonesia.net

3. Jenang Mirah

Ponorogo yang terkenal dengan kesenian Reognya juga memiliki kuliner legendaris Ponorogo yaitu Jenang Mirah, yang diambil dari nama sang pembuat yaitu Buk Mirah, pada awalnya jenang ini ditawarkan dari rumah ke rumah, hingga usahanya berkembang pesat dan bisa mengangkat ekonomi masyarakat Josari tempat jenang Mirah di produksi.

Untuk membuat Jenang Mirah ini membutuhkan kelapa segar dalam sehari dibutuhkan 1000 buah kelapa muda, untuk memenuhi permintaan pelanggan, kelapa diparut hingga bersih untuk mendapatkan santan kentalnya, cuci bersih isi kelapa kemudian dihaluskan menjadi seperti tepung, terakhir cairkan dulu pemanis jenang dari buah kelapa, lalu aduk – aduk jangan sampai gosong.

Ketika bahannya sudah selesai dicampur dengan tepung beras dengan santan, aduk hingga tercampur rata, kemudian adoanan dituang di wadah alumunium dan masukan ke mesin pembuat jenang, setelah itu ditambahkan gula kelapa cair, adonan harus diaduk dengan rata agar tidak hangus dan gosong, kemudian diproses dengan cara unik, jenang dilempar seperti bola, dan dimasukan ke cetakan jenang lalu dipotong-potong. rasanya manis dan gurih. Meskipun tanpa bahan pengawet jenang mirah bisa bertahan sampai tiga hari.

asliindonesia.net

4. Sate Ayam Ponorogo

Kuliner Indonesia hampir semua daerah memiliki sate dengan ciri khas kotanya tersendiri, Sate Ponorogo juga memiliki ciri khas tersendiri yang merupakan potongan daging ayam yangditusuk tusukusuk lidi dan dibakar dengan bumbu kecap dan sambel kacang.

Selain itu, sebelum dibakar sate ayam Ponorogo di bajek terlebih dahulu agar bumbu lebih meresap, jika kamu ingin merasakan kelezatan dari Sate Ayam Ponorogo ini kamu bisa mengunjungi sate ayam milik Tukri Sobikun.

HOTEL MURAH DI PONOROGO

August Tyan: Pecinta wisata kuliner streetfood, tiada hari tanpa persantannan dan perbabatan duniawi ~