6 Hal Pertimbangan Liburan Saat Pandemi COVID-19

, ,
6 Hal Pertimbangan Liburan Saat Pandemi COVID-19

Berita Wisata – Pandemi COVID-19 yang saat ini masih mewabah memang berdampak sangat besar terhadap berbagai sektor dan kehidupan, khususnya sektor pariwisata, bahkan pandemi juga membuat munculnya berbagai pertimbangan baru saat berwisata atau juga liburan.

Agus Rochiyardi selaku Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Otorita Borobudur, telah menyatakan setidaknya terdapat 6 hal yang menjadi pertimbangan saat liburan di masa pandemi, ada juga hal pertama yang kini menjadi pertimbangan prioritas adalah penerapan Protokol Kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability).

6 Hal Pertimbangan Liburan Saat Pandemi COVID-19

wttc.org

1. Protokol CHSE

“Yang namanya pariwisata ini intinya pergerakan manusia. Sedangkan, saat ini pergerakan manusia itu dibatasi. Kalau mau pergi ke suatu daerah harus memakai swab atau genose,” ujarnya dalam acara salah satu Workshop’ di Hotel Sheraton Mustika, Yogyakarta, Sabtu (5/6/2021).

“Sekarang ini orang kalau berpergian pasti bertanya dulu kira-kira aman tidak? Karena kita semua ada unsur ketakutan. Jadi, protokol CHSE penting untuk kesehatan wisatawan, pelaku wisata dan masyarakat,” imbuhnya.

BACA JUGA : 4 LOKASI WISATA YANG AMAN KETIKA PANDEMI COVID-19

2. Liburan Ke Wisata Lokal

Yang kedua yaitu pembatasan perjalanan di beberapa negara membuat masyarakat mempertimbangkan soal destinasi wisata terdekat.

“Kedua, wisatawan itu sekarang kalau berpergian lebih dekat dari biasanya. Kalau biasanya kita pergi jauh sekarang Indonesia itu ada 10 juta orang yang keluar negeri tiap tahun, mereka terpaksa tidak ke luar negeri. Jadi, mereka rekreasi liburannya di dalam negeri,” ungkapnya.

3. Touchless Payment

Masyarakat juga cenderung lebih memilih destinasi yang manawarkan touchless payment, hal tersebut dilakukan guna memininalisir segala proses yang membutuhkan sentuhan ataupun interaksi fisik.

“Sekarang juga tuntutan pembayaran sudah menggunakan transaksi melalui internet atau cashless. Bahkan, orang itu menghindari sentuhan-sentuhan fisik. Perubahan ini merupakan kenyataan bahwa terjadi perubahan concern wisatawan dalam berwisata,” katanya.

4. Tempat Wisata Yang Tidak Ramai

Banyak para wisatawan di masa pandemi COVID-19 ini lebih memilih Tempat Wisata Indonesia yang tidak begitu ramai akan pengunjung, walaupun masih diterapkannya Protokol Kesehatan yang ketat.

Tetap saja para wisatawan lebih meraskan aman jika Destinasi Wisata Indonesia tidak begitu banyak pengunjungnya, demi keamanan dan kenyamanan ketika liburan bersama keluarga.

BACA JUGA : 5 TIPS LIBURAN BERSAMA ANAK KETIKA PANDEMI COVID-19

5. Staycation

Kini tren masyarakat dalam liburan di tengah Pandemi Corona Virus ini adalah tren liburan Staycation, untuk kebanyakan staycation di Hotel yang berada di kota sebagai destinasi liburan selama pandemi, yang berguna untuk lebih dekat dengan tempat wisata yang ingin dikunjungi.

6. Value Of Money

Agus mengungkapkan di tengah pandemi, value for money pun menjadi pegangan masyarakat untuk menentukan perjalanan wisatanya.

“Kemudian juga dengan value of money. Karena sekarang ini orang akan memikirkan uangnya lebih bernilai,” ungkapnya.

Untuk itu, Agus mengajak agar para pelaku pariwisata terus mengedepankan kreativitas.

“Kita harus mengedepankan kreativitas. Seperti salah satu media. itu konteksnya adalah platform. Jadi, mereka bukan pesaing pelaku industri pariwisata. Karena mereka menyediakan sebuah wadah untuk menyediakan transaksi,” paparnya.

HOTEL MURAH DI JAKARTA