Tips Travelling – Wisata heritage adalah wisata mengunjungi tempat-tempat yang punya cerita sejarah, tradisi, dan budaya tertentu. Wisata heritage saat ini masih identik dengan mengunjungi bangunan-bangunan kuno. Padahal lebih dari itu, wisata heritage juga berarti menelusuri kebudayaan masyarakat yang bisa dalam bentuk bangunan, kesenian, tradisi, cerita rakyat, dan sebagainya.

Atraksi wisata heritage sangat berbeda dengan wisata pada umumnya, misal wisata alam. Kalau kamu belum pernah wisata heritage, ada baiknya perhatikan tips wisata heritage untuk pemula berikut ini.

1.Ketahui lokasi dan konteks

Wisata heritage adalah wisata yang spesifik. Artinya setiap tempat atau lokasi akan menyuguhkan cerita baik tentang sejarah atau kebudayaan masyarakat yang berbeda. Misalnya saja, wisata heritage di Bandung menyuguhkan nuansa dan cerita tentang masa kolonial dengan gedung-gedung peninggalan seperti Gedung Merdeka, Museum Konferensi Asia-Afrika, dan Hotel Preanger.

Berbeda dengan wisata heritage ke situs Gunung Padang, Cianjur dan Sangiran, yang cerita utamanya adalah kehidupan purbakala. Masing-masing tempat biasanya punya highlight tersendiri dengan periode waktu yang berbeda-beda: prasejarah, masa kolonial, pendudukan Jepang, kontemporer, dan sebagainya. Kamu perlu mengetahui lebih dulu garis besar konteks heritage yang akan kamu kunjungi sehingga sesampainya di lokasi, kamu bisa mengeksplor atau menggali lebih jauh dari cerita yang disuguhkan.

2.Apakah terbuka untuk umum?

Perlu kamu perhatikan bahwa tidak semua lokasi wisata heritage itu sudah dibuka untuk umum. Misalnya Gedung Tjung Hwa Tjung Hwi di Gombong, yang dulunya adalah sekolah untuk anak-anak Tionghoa dan sekarang jadi Perkumpulan Penolong Kematian, tidak dibuka untuk umum. Alasannya karena gedung tersebut bukanlah tempat wisata.

Jika kamu ingin berkunjung ke sana dan melihat dokumentasi prosesi pemakaman ala Tionghoa, kamu harus meminta izin khusus sebelumnya. Gedung tua bekas gudang opium di Lasem pun tidak dibuka untuk umum, demikian juga sejumlah lokasi heritage di kota-kota lain. Namun bukan berarti kamu tidak bisa mengunjunginya. Cobalah minta izin lebih dulu kepada pengelola atau pemiliknya untuk melihat-lihat dan mengambil foto. Bahkan kalau bisa, tanyakan juga cerita tentang lokasi bersangkutan kepada pengurusnya.

Baca : Yuk Wisata Budaya Di Festival di Candi Borobudur

3.Akses menuju lokasi

Lokasi-lokasi wisata heritage tidak semua berada di jalur kendaraan umum. Selain itu, untuk lokasi wisata heritage di kota-kota kecil masih jarang yang menjadi tempat wisata umum. Sebelum berangkat, kamu lebih baik survei dulu kendaraan apa yang bisa digunakan untuk menjangkau lokasi. Bisakah lokasi-lokasinya ditempuh dengan jalan kaki?.

Jika kamu membawa kendaraan sendiri, pastikan juga jalurnya mudah dilewati atau tidak dan seberapa jauh jarak antara lokasi satu dengan lokasi lainnya. Cara memastikannya dengan menghubungi pemandu wisata setempat atau paling mudah cek lokasi dengan Google Earth.

4.Ketersediaan pemandu lokal

Karena yang utama dari wisata heritage adalah cerita tentang lokasi, maka sebaiknya kamu didampingi oleh pemandu yang memang tahu kisah lokasi tujuanmu. Biasanya jika sebuah kota punya situs heritage, pasti tersedia juga pemandu lokal yang siap menemani wisatawan. Cara lain adalah menghubungi komunitas heritage setempat atau yang sudah pernah berwisata ke lokasi tujuanmu.

Tanyakan seputar lokasi, akses, dan kontak pemandu lokal. Kalau masih ragu-ragu, lebih baik cari tour operator yang sedang membuka open trip untuk wisata heritage. Selain pasti sudah disediakan pemandu, kamu bisa bertemu orang-orang baru yang punya minat sama. Bisa jadi mereka lebih berpengalaman di wisata heritage, jadi kamu bisa mendapat lebih banyak informasi.

Baca : 4 Spot Wisata Heritage di Kota Gombong

Wisata heritage akan menantang pengetahuanmu akan cerita sejarah dan kebudayaan masyarakat. Setelahnya, kamu tidak hanya akan merasa senang, tapi juga ada pengetahuan tambahan. Indonesia punya banyak lokasi wisata heritage yang belum tereksplor. Jadi, kenapa kamu tidak jadi salah satu eksplorernya?