Wisata NTT – Kini pemerintahan Nusa Tenggara Timur (NTT) hanya tinggal selangkah lagi dalam peluncuran minuman keras (Miras) Khas daerah Nusa Tenggara yang diberikan label Sophia.

Sophia uniknya merupakan salah satu miras karya anak bangsa yang legal. Bagian produksinya hasik kerjasama dari unit usaha badan layanan umum (BLU) Universitas Nusa Cendana Kupang dengan salahs atu perusahaan lokal di NTT.

Nusa Tenggara Timur Kini Memiliki Miras Nasional Sophia Karya Anak Bangsa 2

bisnis.com

Kini yang menjadi pertanyaan adalah, mungkinkan miras karya anak bangsa ini di jual dengan bebas di pasaran?.

Tetapi nyatanya seperti yang dilansir oleh Kompas, peresmian miras Sophia ini diawali dengan penandatangan antara rektor Universitas Nusa Cendana Fredik Lukas Benu dengan distributor miras Sophia.

Dalam produksi minuman keras khas Nusa Tenggara ini juga di dukung oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi.

Sophia yang diproduksi menggunakan bahan dasar dari olahan pohon aren danenau ini diproduksi secara mikro oleh banyak masyarakat NTT. Akan tetapi dengan adanya pemerintah, produksinya akan semakin ditingkatkan lebih besar dan memiliki kualitas alkohol berkadar tinggi. Kadar alkohol di minuman keras Sophia ini mencapai 45%, dan para tahan pertama akan diproduksi sebanyak 12,000.

Nusa Tenggara Timur Kini Memiliki Miras Nasional Sophia Karya Anak Bangsa 2

sindomanado.com

Miras Sophia digambarkan menjadi salah satu miras lokal unggulan yang bisa di ekspor, yang menjadikan Sophia kompetitor miras lokal lainnya seperti cap tikus asal Manado.

Pemerintah juga siap untuk melakukan pengembanagan produksi miras ini dengan berbagai macam bahan seperti dari moke dan arak, yang bisa dijadikan lini lain Sophia.

Dengan itu semua minuman beralkohol NTT, termasuk dari kelor nanti akan diberikan nama Sophia 1, Sophia 2, secara contoh mungkin akan menggunakan varian dari bahan dasar untuk penamaanya.

Sophia sendiri diklaim rasanya lebih nikmat dan enak dari pada sake asli Jepang.

Dengan adanya penandatanganan MoU ini maka peluncuran Miras Sophia tinggal menunggiu waktu saja, diprediksikan di bulan Juni 2019.

Miras Sophia digambarkan menjadi salah satu miras lokal unggulan yang bisa di ekspor, yang menjadikan Sophia kompetitor miras lokal lainnya seperti cap tikus asal Manado.